Poems
Sang Pencemburu.
Ketika lega mendatangi
Jenuh mulai mencemburui
Kembali ia menghina hembusan kelegaan
"Duhai jiwa yang rapuh, saatnya bertekuk lutut pada kepayahan.
Menyerahlah"
Panas, kepala ini rasa
Hati berdegup menyumpah serapahi segala pada diri
"Untuk apa kutanya ?
Jungkir balik, tuai hanya lelah "
Ku hadangkan tangan ke atas
"Bukankah hanya diri-Mu yang buatku bertahan, Sang Tujuan."
Lembut hembusan angin
Lepuhkan bendungan ego menjadi air mata
Kukira mulialah tujuanku
Humanisme yang tanpa cacat!
Ku dongak langit tinggi, sang purnama pun bekerja untuk-Nya.
Wahai jiwa yang jenuh,
Hanya
Berpayahlah hanya untuk-Nya
dan
Beristirahatlah dalam mengingat-Nya.
- Jakarta, Februari 2018
Ketika lega mendatangi
Jenuh mulai mencemburui
Kembali ia menghina hembusan kelegaan
"Duhai jiwa yang rapuh, saatnya bertekuk lutut pada kepayahan.
Menyerahlah"
Panas, kepala ini rasa
Hati berdegup menyumpah serapahi segala pada diri
"Untuk apa kutanya ?
Jungkir balik, tuai hanya lelah "
Ku hadangkan tangan ke atas
"Bukankah hanya diri-Mu yang buatku bertahan, Sang Tujuan."
Lembut hembusan angin
Lepuhkan bendungan ego menjadi air mata
Kukira mulialah tujuanku
Humanisme yang tanpa cacat!
Ku dongak langit tinggi, sang purnama pun bekerja untuk-Nya.
Wahai jiwa yang jenuh,
Hanya
Berpayahlah hanya untuk-Nya
dan
Beristirahatlah dalam mengingat-Nya.
- Jakarta, Februari 2018
Komentar
Posting Komentar