Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Kuliah Pancasila : Pertemuan ke-10 "Pancasila sebagai Sistem Filsafat (2)"

Senin, 22 Mei 2017 Melanjutkan pertemuan sebelumnya mengenai pengantar Pancasila sebagai Sistem Filsafat, hari ini Pak Rahman tidak menekankan kepada penjabaran materi inti. Pak Rahman merasa bahwa mahasiswa akan lebih tertantang untuk belajar bila materi disampaikan dengan bentuk games. Games ini akan menambah poin mahasiswa untuk penilaian mata kuliah Pancasila. Permainan yang dilakukan berupa pemaparan ebook materi Pancasila sebagai Sistem Filsafat. Dari materi tersebut yang berupa kumpulan-kumpulan paragraf, mahasiswa diminta untuk mencari beberapa kata kunci yang sebenarnya dapat menjabarkan inti dari materi tersebut. Permainan ini cukup melatih kemampuan mahasiswa dalam berbahasa termasuk dengan mencari gagasan pokok dari suatu kalimat. Beberapa kata kunci dari materi ebook yang berhasil ditebak mahasiswa di slide: bahan renungan . Artinya Pancasila sebagai bahan renungan yang menggugah kesadaran para pendiri negara. koheren . Sistem filsafat harus bersifat kohere

Kuliah Pancasila: Pertemuan ke-9 "Pancasila sebagai Sistem Filsafat (1)"

Gambar
Senin, 15 Mei 2017 When I was in Senior High School I remembered one of my teacher who studied theology said that one of the the most difficult thing was when he studied the philoshopy of the word of "existences" Hari ini, sebelum saya akan mempelajari Pancasila sebagai Sistem Filsafat, Pak Rahman akan menjelaskan makna dari "filsafat" itu sendiri. Termasuk dengan butiran hakikat kata "ada" yang disampaikan Pak Rahman, mengutip Descartes dan Socrates. Descartes berkata bahwa "Saya ada karena Saya berpikir." Hasil pemikiran manusia sebagai bukti dari eksistensi manusia itu sendiri, kurang lebih itulah yang saya tangkap dari pernyataan Descartes. Sementara Socrates berkata "Sesuatu ada karena memiliki substansi" atau substansialisasi benda. Pemikiran Socrates bahwa sesuatu yang memiliki inti; isi; tujuan; menyebabkan hal tersebut "ada". Bila terjadi begitu saja, tanpa adanya suatu makna, hal tersebut dapat dikatakan "tidak

Appreciation Post : To My Favorite Poet

Gambar
All Poems by Mahmoud Darwish  ( 1941 - 2008 ) All Hilightened Part May Be My Fav Sentences #1 To a Young Poet D on’t believe our outlines, forget them  and begin from your own words.  As if you are the first to write poetry  or the last poet. If you read our work, let it not be an extension of our airs,  but to correct our errs  in the book of agony. Don’t ask anyone: Who am I? You know who your mother is. As for your father, be your own. Truth is white, write over it  with a crow’s ink. Truth is black, write over it with a mirage’s light. If you want to duel with a falcon soar with the falcon. If you fall in love with a woman,  be the one, not she, who desires his end. Life is less alive than we think but we don’t think of the matter too much lest we hurt emotions’ health. If you ponder a rose for too long you won’t budge in a storm. You are like me, but my abyss is clear.  And you have roads

Kuliah Pancasila: Pertemuan ke-6 "Pancasila sebagai Ideologi Bangsa"

Gambar
Senin, 17 April 2017 "Pancasila sebagai Ideologi Bangsa" Yang saya selalu tahu, pelajaran PPKN selalu mengajarkan saya bahwa ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu idea atau ide dan logos atau pengetahuan.  Sampai ketika saya berkuliah di Semester 2 ini rasanya pengetahuan saya perlu naik tingkat. Di kelas Pancasila hari ini, sebelum Pak Rahman menjelaskan perjalanan bangsa Indonesia hingga dapat menentukan Pancasila sebagai ideologi negara, Pak Rahman m emberikan penjelasan dari hakikat ideologi itu sendiri. Pemikiran tentang ideologi sudah ada sejak lama, tepatnya ketika  filsuf Yunani, Socrates, mulai memikirkan hakikat kehidupan manusia. Sebelum adanya pemikiran Socrates, manusia hidup tanpa adanya tujuan dan kehidupan dibiarkan berjalan begitu saja. Pada saat itu filsuf yang ada hanyalah filsuf alam. Saat itu tidak ada kaidah atau ketentuan tertentu yang menyatakan atau menilai baik/buruknya suatu hal. Bahkan Menurut kaum Sofis:  Kebenaran itu rela

When Artificial Intilligence Beats Us (Humans)

Gambar
Inget gak sih pas kita SD pernah belajar tentang pesawat? Ya, pesawat. Bukan yang terbang di angkasa, namun sebenarnya alat apapun yang mempermudah tugas manusia itu disebut pesawat. Cangkul, palu, bahkan sebuah gunting juga merupakan contoh dari pesawat, lho. Basicly, 'pesawat' is everything that ease our tasks. Kurang lebihnya sebuah AI memiliki pengertian yang   sama dengan sebuah pesawat. Namun terdapat perbedaan signifikan antara sebuah pesawat dan AI. Dalam sebuah game , AI layaknya pemain yang telah  mencapai level  advance  ketika sebuah  pesawat  masih di level   beginner .  AI itu kayak   sebuah pesawat yang dapat bekerja dengan sendirinya!  Kok bisa ? Ya, karena AI punya kecerdasan di dalam mesinnya.  According to Wikipedia, AI is  intelegence exihibited by science Bayangkan, punya gunting yang bisa menggunting sebuah kertas dengan sendirinya--tinggal  kita aja tuh yang ngasih perintah. Wouldn't that be cool? When we talk about  AI, so